Saturday, May 27, 2017

Pencegahan Penyakit Pada Ayam Ternak



Dalam dunia peternakan ayam yang menjadi faktor keberhasilan peternak adalah menghasilkan produksi yang maksimal. Hal ini tidak terlepas dari kemahiran pengelolaan yang dilakukan seorang peternak, salah satunya dalam pengelolaan dan pengendalian penyakit.

Dalam usaha melakukan pengendalian penyakit yang pertama dilakukan adalah jangan sampai penyakit itu mengamuk dan menimbulkan kerugian bagi peternak itu sendiri. Penyakit itu sendiri tidak bisa diberantas tuntas dari dunia peternakan. Semua makhluk hidup sama-sama menjaga keseimbangan dunia. Hanya saja yang menjadi ganas dan merugikan makhluk lain, apabila faktor-faktor pendukung memungkinkan. faktor-faktor pendukung itulah yang perlu dicegah.

Beberapa usaha pencegahan penyakit secara praktis dikemukakan dibawah ini secara berturut-turut mulai dari anak ayam hingga saatnya dijual yaitu :
  1. Anak ayam yang dipilh sebaiknya dari pembibitan ayam yang telah terpercaya kualitasnya. Untuk hal ini anda dapat bertanya kepada sesama kawan peternak mengenai pengalamannya dalam memilih bibit ayam. Pembibitan yang diutamakan adalah yang bisa memberikan jaminan pelayanan setelah penjualan.
  2. Anak ayam yang dipelihara adalah anak ayam yang ketika tiba dipeternakan hidup dalam keadaan normal. Yang tampak sangat lemah sekali dan cacat sebaiknya tidak dipergunakan. 
  3. Semua peralatan yang akan digunakan (indukan, tempat ransum, dan alat-alat lain) sudah harus dicuci dengan pembunuh kuman.
  4. Pemanas indukan dihidupkan 24 jam sebelum anak ayam tiba. Syarat temperatur yang dibututhkan harus diperhatikan. Anak ayam akan mati kedinginan tanpa ada panas yang sesuai.
  5. Setelah anak ayam tiba, segera diberi minum. Minuman itu sebaiknya dicampur dengan air gula, vitamin, dan mineral. setelah dua jam minum, barulah ayam diberi makan.
  6. Selama minggu pertama, temperatur indukan diperhatikan. Anak ayampun dijaga, termasuk pada malam hari. Khusus pada malam hari, perlu disediakan lampu tempel bila sewaktu-waktu listrik mati.
  7. Pada minggu pertama dan kedua, anak ayam sudah bisa diberi vaksin gumboro dan ND melalui tetes mata atau air minum.
  8. Pemberian antibiotika bercampur vitamin dan mineral perlu dilakukan melalui air minum selam 3 hari, yaitu sebelum, pada saat dan sesudah vaksinasi. Begitu pula bila ada perubahan musim dan ada hal-hal lain diluar kebiasaan. Misalnya pergantian bahan litter, maksimal diberikan 20% saja. Sebaiknya bahan litter tidak diganti secara keseluruhan, melainkan yang basah dan bau saja. Pemberian campuran antibiotika, vitamin dan mineral dapat melalui air minum.
  9. Hingga minggu keempat biasanya belum menimbulkan masalah asalkan vaksinasi ND dan gumboro sudah selesai akhr minggu ketiga. Masalah cocci dan CRD akan muncul ketika ayam berumur 4-5 minggu. Untuk mencegah cocci digunakan preparat sulfa dan amprol didalam air minumnya (dengan dosis pencegahan). Manajemen litter harus dilaksanakan dengan teliti. Untuk CRD, bila diperlukan ayam yang terserang diberi obat antibiotika sebagai usaha pencegahan. Pada minggu-minggu ini juga ada kemungkinan ayam terserang coryza, terutama bila suasana lembab dan ada perubahan musim. Bila dirasakan perlu dapat dilakukan vaksinasi coryza.
Beberapa usaha pencegahan umum sebagai berikut :
  • Lingkungan kandang harus bersih. Semua rumput yang tinggi dan alang-alang dibabat. Air parit yang tergenang dialirkan supaya nyamuk dan sebangsanya tidak bersarang disekitar kandang. Sebab ada nyamuk-nyamuk tertentu yang dapat menyebarkan bibit penyakit protozoa lainnya. Membersihkan rumput dan alang-alang disekitar kandang juga menjamin agar hembusan angin yang segar dapat masuk ke dalam kandang. Hembusan angin segar itu akan memberikan gas O2 yang dibituhkan oleh ayam dan mengusir CO2 yang berakumulasi di dalam kandang. Dengan demikian kesehatan ayam akan lebih terjamin.
  • Kebersihan ayam di dalam kandang dijaga. Kandang yang kotor mengundang penyakit yang dapat merusak kesehatan ayam.
  • Tamu anda tidak perlu masuk kedalam kandang dan bila harus masuk sebaiknya tamu disemprot dulu dengan obat antikuman dan pakaian tamu diganti dengan pakaian kandang.
  • Bila ada ayam yang mati didalam kandang segera disingkirkan dan bakar.
  • Ayam yang menunjukkan tanda-tanda terkena penyakit yang ringan, segera disingkirkan dari dari kelompoknya. Tidak usah menunggu sampai parah.
  • Ransum pabrik sebaiknya dibeli dari pabrik yang memang dikenal kualitas ransumnya. Jangan memberi ransum yang kualitasnya buruk, walaupun banyak bujukan untuk itu. Pengalaman teman dalam memakai merek ransum tertentu perlu ditanyakan agar bisa dijadikan pedoman.
Terakhir dalam usaha pencegahan ini adalah rasa kesungguhan dan keseriusan dalam memelihara ayam. Tanpa sifat ini, usaha pencegahan penyakit sulit dilakukan. Sifat kedua yang mendukung adalah keinginan untuk maju dan selalu ingin belajar dari pengalaman maupun dugaan dan bertanya dengan sesama peternak.


Baca juga : Antisipasi flu burung pada ternak ayam buras


Pengenalan obat dan vaksin

Obat dengan berbagai merek dagang sudah banyak beredar di pasaran Indonesia. walaupun isinya tidak jauh berbeda. Agar peternak tidak bingung memilih obat yang hendak dibeli, sebaiknya ia mempunyai pengetahuan tentang obat.

Obat tidak hanya untuk pengobatan, tetapi juga untuk pencegahan dan mempercepat pertumbuhan ayam. Namun yang jelas obat itu mempunyai efek mencegah pertumbuhan makhluk lain didalam tubuh ayam. Obat dikatakan mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan karena dapat memberantas makhluk lain yang kebetulan menghambat pertumbuhan. Contohnya adalah antibiotika yang digemborkan dapat mempengaruhi pertumbuhan. Beberapa macam obat yang sering digunakan untuk pengobatan dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Obat yang digunakan khusus untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh salmonella.

Jenis obat ini khusus untuk pengobatan pullorum, tipoid, paratipoid dan lain-lain.

Contohnya :

  • Antibiotika
  • Furazolidone
  • Sulfonamides
2. obat-obatan yang termasuk kelompok sulfonamides.

Kelompok obat yang termasuk kategori ini diantaranya ada yang tidak boleh digunakan karena sifat racunnya. Karena itu hati-hati dalam penggunaannya.

Contohnya :

  • Sulfacholopyrazine
  • Sulfadimethoxine
  • Sufathiazole
  • Sulfamethazibe
  • Sulfaquinoxalin
Diantara obat itu ada yang digunakan untuk obat anti cocci

3. Obat yang termasuk kelompok Furaxolide

Kelompok obat ini juga telah digunakan sejak beberapa tahun yang lalu dan banyak digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan karena salmonella (suatu penyakit yang juga populer).

Contohnya :

  • Furazolidone
  • Nitrofuradone
4. Obat yang termasuk kelompok antibiotika

Kelompok ini populer di Indonesia dan sering digunakan oleh peternak. dalam kelompok ini ada yang dapat membasmi hampir semua penyakit. Ada pula yang hanya untuk beberapa penyakit saja tetapi ampuh. Antibiotika juga sering digunakan di peternakan ayam pedaging, tetapi harus dijauhi seminggu sebelum ayam dijual. Antibiotiks spektrum luas dapat membasmi hampir semua penyakit bakteri, sedangkan antibiotika tertentu dibuat hanya untuk membasmi satu dua penyakit bakteri yang membandel.

Contoh :

  • Bacitracin (vitachicks)
  • Chlortetracyline (tetrachlor)
  • Dihydrostreptomycin
  • Erythromycin
  • Gentamycin
  • Neomycin (koleridim)
  • Novobiocin
  • Oxytetracycline (therapy)
  • Penicilin 
  • Spectinomycin
  • Streptomycin
  • Tylosin
5. Kelompok obat yang khusus untuk membasmi Coccidiosis atau penyakit berak darah.

Kelompok obat ini diberikan dalam campuran ransum, dalam air minum, atau disuntikkan. Obat yang dapat dipergunakan untuk membasmi Coccidosis ini cukup banyak.

Contoh :

  • Amprolium (therapy)
  • Amprolium plus anthopabate
  • Clopidol
  • Monensin sodium
  • Nicarbazin
  • Nitrofurazone dan Furazolidone
  • Sulfadimethoxaline
  • Sulfaquinoxaline
  • Sulfonamides
  • Zoalene
Bila diperhatikan, kelompok obat ini cukup banyak. Hal ini menandakan besarnya perhatian para ahli terhadap penyakit Coccidiosis sebab kemungkinan terjadinya penyakit ini besar sekali. Coccidiosis yang menyerang hampir semua bangsa unggas. Obat-obatan anticoccidiosis ini menyebar rata di setiap toko-toko unggas dengan berbagai merek dagangnya.

Bila diperhatikan, kelima kelompok obat itu terlihat ada kelompok obat yang banyak. Ada obat yang dapat mengobati banyak peyakit dan ada pula penyakit yang dapat diobati oleh banyak obat. Memang penyakit yang sering menyerang ayam kerap kali lebih dari satu. Bahkan kadang kala penyakit asal virus menyerang bersamaan dengan bakteri atau penyakit parasit menyerang bersama penyakit asal protozoa. Dalam hal demikian, antibiotika dikombinasikan dengan obat lain. Itulah salah satu alasan sering digunakan lebih dari satu macam obat pada ayam. lai pula ada obat yang hanya ampuh terhadap satu penyakit atau penyakit itu hanya bisa diusir dengan obat tertentu, sedangkan untuk mengobati penyakit ikutan lainnya digunakan obat lain. Misalnya Coccidiosis dapat diobati oleh banyak obat karena spesies bibit penyakit Cocci ini (Emiria spp) cukup banyak. Bibit penyakit yang memiliki spesies banyak (setiap spesies hidup dan menyerang di tempat-tempat yang berlainan) amat menyulitkan pengobatan. Obat yang digunakan kadang kala harus benar-benar terpilih dan sesuai dengan maksud pengobatan. Bahkan seringkali digunakan beberapa macam obat sekaligus.

Cara penggunaan obat-obatan ada tiga cara.

  • Pertama melalui air minum
Pemberian melalui air minum biasanya dilakukan terhadap usaha pencegahan penyakit pada ayam yang dalam satu kandang itu telah ada beberapa ekor ayam yang sakit.

  • Kedua melalui ransum
Cara pemberian melalui ransum ini terutama untukl usaha pencegahan. Misalnya untuk mencegah penyakit Coccidiosis, pabrik ransum mencampur produknya dengan Amprol, untuk mencegah CRD ransum dicampur dengan Tylosin. Kelemahan cara kedua adalah peternak yang membeli ransum tidak dapat menghentikan pemberian obat tadi ketika waktu jual telah tiba.

  • Ketiga melalui suntikan
Cara ini terutam untuk kasus-kasus penyakit individual atau penyakit yang telah menyerang semua ayam pada tingkat yang gawat sehingga ayam tidak mempunyai nafsu makan. Bila kasus ini yang terjadi, cara suntiknlah yang dapat menolong jiwa ayam. Disamping itu memang ada obat-obatan tertentu yang manjur bila hanya dipergunakan dengan cara suntikan. Sementara itu ada pula obat yang manjur bila hanya dipergunakan dengan cara pemberian melalui air minum. Pemberian obat melalui suntikan masih dibagi tiga lagi, yaitu : suntikan dibawah kulit, suntikan langsung ke saluran darah, dan suntikan ke urat daging. Pada ayam pedaging biasanya suntikan ditujukan ke daging dada atau ke daging pahanya.


Penggunaan vaksin

Vaksin digunakan untuk mencegah penyakit asal virus, misalnya ND. Vaksin ini dapat dibeli di toko-toko unggas. Untuk keprluan pencegahan Nd, dipilih vaksin ND strain LaSota, kemudian dimasukkan ke dalam termos dan diisi es. Vaksin harus tetap dingin dan tidak boleh kena sinar matahari, setelah tiba dipeternakan segera digunakan. Bila vaksin hendak disimpan, sebaiknya disimpan dilemari es. Perhatikan aturan pakai pada etiketnya sebab seriap pabrik mempunyai spesifikasi aturan pakai tersendiri.

Cara penggunaan vaksin ini ada tiga cara pula, yaitu :

  • Bila melalui air minum, diberikan sore hari dan satu jam sebelumnya obat telah dicampur ke air minum sesuai dengan dosisnya. 
  • Cara kedua melalui suntikan, Suntikan dilakukan pada urat daging
  • Cara ketiga melalui semprotan. Pada cara terakhir ini harus diperhatikan arah angin. Semprotan dilakukan pada saat angin tidak menghembus ke dalam kandang. Sebab bila angin menghembus maka kabut virus yang duhembuskan dari alat semprot itu akan terbang ke luar, bukanlah dihirup ayam. Menurut penelitian terakhir cara terakhir inilah yang terbaik.
Hal-hal lain yang perlu dilakukan untuk pencegahan penyakit adalah :
  • Menjaga kebersihan kandang
  • melakukan penyemprotan kandang agar steril.
  • Menempatkan kandang pada sinar matahari langsung.
  • Membersihkan tempat makan dan minum
  • Memberikan antibiotika dan vitamin-vitamin pada ayam
  • Memisahkan ayam-ayam yang terkena gejala penyakit.
  • Pengeringan kotoran ayam. (dengan cara penimbunan dasar kandang dengan pasir atau sekam)
Semoga bermanfaat.

(Ref : Dr. Ir. Muhammad Rasyaf, Beternak Ayam Pedaging, Penerbar Swadaya Jakarta, 2004)


Baca juga :


Mengenal Penyakit Pada Ayam Pedaging (Broiler) dan Pengendaliannya
Antisipasi Flu Burung Pada Ternak Ayam Buras
Manfaat Ikan Sembilang Bagi Kesehatan
Cara Membuat Privacy Policy Untuk Blogspot
Memancing Ikan Sembilang



2 comments: