Friday, May 12, 2017

Antisipasi Flu Burung Pada Ternak Ayam Buras






Flu burung hanyalah istilah baru untuk penyakit lama ayam (Tetelo) yang sudah terkombinasi dengan virus-virus dan bakteri pendatang serta komplikasi dengan penyakit ringan dan kronis lainnya sehingga penyakitnya menjadi lebih kuat. Jika dulu ayam hanya terserang dengan beberapa penyakit secara terpisah, seperti misalnya hanya tetelo saja atau hanya Snot atau Kolera, Broncitis, Ngorok, Berak Kapur dll. Namun Flu burung adalah kolaborasi dari beberapa atau semua dari penyakit-penyakit tersebut yang menyerang secara bersamaan (alias main keroyokan) sementara kekebalan tubuh ayam tidaklah meningkat. Hal ini membuat pertahanan tubuh ayam langsung jebol tanpa sempat mengatakan .....HAAHHH ??!

Flu burung dan penyakit-penyakit kronis ayam lainnya tidak ada obatnya kalaupun ada tetapi tidak ada jaminan untuk kesembuhannya alias untung-untungan. Penanganannya hanyalah pencegahan seperti Vaksinasi, kebersihan kandang serta makanan dan minuman, pemberian antibiotik dan lain-lain sebagainya.

Vaksinasi adalah pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus liar yang datang lewat udara yang terhirup oleh ayam melalui pernafasan. Dilakukan pada saat ayam masih benar-benar sehat bukan disaat terkena penyakit. Jika vaksinasi dilakukan saat ayam sudah sakit, maka itu akan mempercepat kematian.

Vaksin itu sendiri adalah virus yang sudah dijinakkan untuk melawan virus liar yang masuk kedalam tubuh ayam. Karenanya sebelum virus jahat itu masuk ke dalam tubuh ayam, maka ayam harus diberikan perlindungan terlebih dahulu.


Baca juga : Pencegahan penyakit pada ayam ternak


Vaksinasi dilakukan dengan cara pemberian larutan vaksin yang disuntik ke dalam tubuh ayam secara berkala. Suntikan dilakukan pada urat daging ataupun dibawah kulit baik itu di bagian dada, paha ataupun sayap asalkan masuk kedalam tubuh namun harus diingat jangan sampai terkena tulang karena bisa menyebabkan kelumpuhan.

Khusus untuk flu burung hanya dilakukan pencegahan dengan vaksinasi sebagai mana biasa yang telah dilakukan oleh peternak-peternak ayam yang terdahulu dengan vaksin yang sama yaitu Vaksin ND. Karena penyakitnya masih pemain lama yang sudah berkoalisi dalam menyerang, maka pencegahan juga pencegahan lama yang harus digandakan.

Jadi jika dulu Vaksinasi per ayam dengan dosis 1cc, maka sekarang gandakan jadi 2 cc.
Disini agak terkendala dengan volume dosisnya yang mungkin membuat ayam agak kesakitan saat injeksi karena terlalu banyak, maka soluinya adalah kentalkan dosis 2x dengan volume tetap 1 cc.

Caranya, jika 1 botol VaksinND untuk dosis 100 ekor ayam, campurkan dengan cairan Aquades 50cc dan disuntik dengan 1cc per ayam. Jadi dosis 100 disuntik untuk 50 ekor ayam dan sudah tergandakan.

Cara ini sudah saya praktekkan beberapa tahun dan berhasil. Ayam saya terbebas dari flu burung walaupun ayam-ayam disekitar yang bersebelahan dengan saya terkena wabah flu tersebut. Dan kekebalan bisa mencapai 4-5 bulan.

Vaksinasi dengan suntikan 1 cc  dilakukan untuk ayam dewasa umur diatas 4 bulan
Vaksinasi dengan suntikan 1/2 cc dilakukan untuk ayam umur 1 - 4 bulan.
Vaksinasi pemberian 2 tetes dalam mulut diberikan untuk anak ayam umur 4 - 30 hari
Vaksinasi dilakukan 4 bulan sekali secara kontunyu.

Peringatan !

Setelah suntik dengan dosis ganda, jangan sekali-kali mengurangi dosisnya disaat Vaksinasi lanjutan kelak. Tetapi tetap seperti dosis ganda diatas tadi terus-menerus. kalau anda melanggar maka resikonya sangat besar, ayam akan terkena wabah seperti halnya Flu burung alias Vaksinnya tak mempan.


Vaksinasi bukanlah satu-satunya cara pencegahan dari malapetaka ini namun masih perlu dilakukan hal-hal lain yang terkait dengan penyakit yang akan diderita ayam, salah satunya yang paling berbahaya adalah bangkai. Bangkai binatang yang membusuk dan mengeluarkan belatung ditempat-tempat yang lepas dari pengamatan anda seperti misalnya anak ayam yang mati atau anak tikus atau apa saja yang mati dan tersembunyi. Ayam pasti akan menemukan bangkai tersebut disaat sedang mencari makan atau mengais tanah. Jika belatung dari bangkai tersebut termakan oleh ayam, maka otomatis ayam anda akan mati, walaupun ayam sudah divaksin. Pasti!! Beda dengan belatung dari buah-buahan yang memang bisa menjadi sebagai pakan tambahan. Karena belatung bangkai akan menyerang sistem pencernaan. Jika satu terkena maka yang lain juga akan ikut tertular melalui pernafasan ayam yang terserang.

Oleh sebab itu setiap tempat yang menjadi jangkauan ayam berkeliaran harus diperiksa siapa tau ada bangkai yang tersembunyi. Anda tidak perlu memeriksa setiap jengkal tanah, namun cukup hanya sekedar melewati atau memutar-mutar saja ditempat-tempat biasa ayam berkeliaran. Apabila ada bau busuk yang tercium, maka carilah sampai ketemu sumbernya mungkin disitu ada bangkai yang sudah berbelatung. Dan hal ini sering terjadi apabila ternak sudah menjadi banyak dan kita lupa atau malas untuk menghitung jumlah ternak kita. Bisa jadi salah satu anak ayam yang agak loyo tertinggal dalam semak-semak atau dibawah tumpukan kayu ataupun terjepit tersangakut atau dimangsa binatang buas dan tidak habis dimakan dan segala kemungkinan diluar dugaan bisa saja terjadi. Dan jika ada ayam mati jikalau mau dikubur, maka kuburlah yang dalam yang kira-kira tidak sampai bisa dikikis oleh cakar-cakar ayam.
Perawatan extra sebagai pencegahan.

Meskipun ayam sudah diberikan vaksinasi bukan berarti ayam sudah aman 100% dari wabah penyakit. Tidak tertutup kemungkinan ayam akan terserang penyakit yang kategori sedang dan ringan namun jika tidak diwaspadai akan menyebabkan kematian yang signifikan. Beberapa penyakit selain tetelo dan flu burung yang sering menyerang antara lain : Snot, berak darah, berak kapur, gumboro, cacing kutil, dan kolera. Penyakit tersebut biasanya bisa diobati dengan pemberian antibiotik dan vitamin-vitamin. Biasanya penyakit menyerang disaat pergantian musim baik dari penghujung musim kemarau memasuki musim hujan maupun sebaliknya. Jika sudah akan mengalami pergantian musim tersebut sebaiknya peternak harus siaga.


Persiapan untuk pencegahannya yang perlu dilakakan adalah sebagai berikut :

  • Menjaga kebersiahan kandang dan tempat berkeliaran ayam agar selalu kering. Penempatan  kandang sebaiknya ditempat agar lebih tinggi agar tidak tergenang air disaat musim hujan.
  • Melakukan penyemprotan larutan Rodalon kedalam kandang untuk membasmi bakteri. Untuk penyemprotan ini dibutuhkan 1 botol rodalon cukup untuk 1 tangki air. Jika untuk pemelihara ayam baru setelah melewati wabah yang membantai ternak, sebaiknya larutannya dikentalkan. Penyemprotannya dilakukan dibagian luar dalam kandang.
  • Menempatkan kandang pada posisi yang terkena sinar matahari langsung.
  • Membakar sampah dipekarangan penangkaran ayam sebulan sekali. Hal ini berguna untuk mengusir virus dan bakteri yang bersemayang dalam kandang.
  • Membersihkan tempat makan dan miniman minimal 2 hari sekali.
  • Memberikan antibiotik dan vitamin seminggu sekali untuk ayam dewasa dan tiap hari untuk anak-anak ayam guna menjaga daya tahan tubuh.
  • Memisahkan ayam yang mengalami gejala terserang penyakit. Biasanya gejala-gejala tersebut ditandai dengan ayam terlihat lesu, muka bengkak, hdung berair, sesekali ngorok,kurang selera makan, kepala agak tertunduk dan sesekali terlihat seperti mengantuk, jenggernya terlihat agak berwarna pucat. Tapi apabila sudah berwarna sedikit kehitaman maka itu berarti sudah terinfeksi apalag selera makan hilang sama sekali dan itu harus segera dijauhkan dari ayam-ayam yang masih sehat.
  • Pemberian pasir halus atau sekam atau serat ampas gergajian kayu atau kotoran bebek dibawah tenggeran ayam didalam kandang. hal ini berfungsi untuk menampung kotoran ayam dan sekaligus jadi pengering dan pembalut kotoran agar tidak membusuk. Karena dari kotoran ayam yang membusuklah bermula asal muasal terjangkitnya penyakit yang paling dasar. Jika mau efektif dan tidak repot, maka peliharalah beberapa ekor bebek dan kikandangkan satu kandang dengan ayam. Selain untuk menghasilkan kotoran, bebek juga berfungsi menghirup CO2 dan udara yang mengandung virus yang berbahaya bagi ayam. hal ini bisa menangkal sumber penyakit yang datang dari luar.
  • Jangan sekali-kali memberi makan langsung dengan nasi bekas perayaan pesta hajatan kecuali sudah dicuci bersih lebih dulu hingga terbebas dari minyak sayur dan larutan-larutan lainnya. Nasi bekas pesta biasanya sudah bercampur dengan minyak dan lemak dari lauk pauk dan juga deterjen saat pencucian piring. Karena kebiasaan peternak ayam buras dalam rangka menghemat biaya pakan, jika ada orang yang mengadakan pesta, langsung berjaga di tempat cuci piring dan mengumpulkan nasi bekas tersebut membawa pulang dan langsung memberi makan ayam. Hal ini dapat menyebabkan ayam terserang penyakit dari dalam yaitu dengan cara menyerang sistem pencernaan. Sedangkan vaksin hanya untuk menangkal penyakit yang datang dari luar (udara).






2 comments: